FISIP Untirta Rencanakan Buka Jurusan Baru, Yuk Simak Faktanya!

Sumber : ANTARANEWS/Faturrohman

(07/06) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tengah merencanakan pembukaan sejumlah program studi baru. Beberapa program studi yang direncanakan pada jenjang S1 adalah Jurnalistik dan Public Relation. Sedangkan jenjang S2, direncanakan Prodi Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Wilayah serta beberapa program studi terintegrasi dari Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan. Terdapat pula Prodi Kajian Budaya dan Media yang masih dalam tahap wacana.

Kemarin saat senat fakultas ada rencana dan juga mendukung untuk menambah beberapa prodi, yang pertama dari AP. Saya coba minta temen-temen dari AP untuk mengkaji pembukaan prodi yang multidisiplin studi kebijakan untuk pasca sarjana. Lalu, Prodi Ilmu Pemerintahan terintegrasi seperti IPDN dan STPDN.

—Ahmad Shihabudin, Dekan FISIP UNTIRTA.

Di antara beberapa prodi yang masih dalam tahap kajian dan wacana, baru Prodi Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat yang telah masuk tahap pengajuan secara resmi.

Kemarin, Pak Ail, salah satu dosen FISIP sudah berusaha upload yang Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat. Prodi ini terinspirasi dari Program Studi Pembangunan Arah Desa yang ditujukan untuk S2 saja, tidak ada S1 nya. Kalau saya cek, target akhir bulan Juli ini sudah bisa upload. Lagi nunggu rekomendasi LLDIKTI.

—Ahmad Shihabudin, Dekan FISIP UNTIRTA.

Selain itu, Dekan FISIP Untirta bersama rekan-rekannya tengah diskusi atas keinginan FISIP untuk memiliki Program S3. Secara lebih lanjut, mengenai daya tampung prodi-prodi baru tersebut akan menyesuaikan dengan gelombang masuk ujian seperti UTBK maupun SMM. Namun, akan diambil keputusan untuk menambah lebih dari daya tampung tergantung pada jumlah peminat.

Misal, tiba-tiba yang meminati Prodi Jurnalistik kita 1000. Kan tidak mungkin kita ambil cuma 30. Kita harus proporsional. Semisal kita tarik berapa persen dari itu. Biasanya pake yang minimalis dulu gitu, bisa jadi untuk sementara 30. Tapi misal ketika ujian dan melihat data banyak yang minat, kan kasian masyarakat yang mau masuk dan nilainya bagus-bagus. Biasanya gitu, bahasanya (daya tampung) itu bukan harga mati. Tapi biasanya dipatok tidak lebih dari 3 kelas.

—Ahmad Shihabudin, Dekan FISIP UNTIRTA.

Sementara itu, dalam melaksanakan perencanaan pembangunan prodi-prodi baru tersebut, pihak FISIP akan lebih dahulu memanfaatkan tenaga-tenaga dosen yang terdapat di FISIP, baik dosen dari Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, maupun Ilmu Pemerintahan.

  • Reporter : Iwan, Ikhsan, Faulin, Nazla
  • Editor: Asri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *