Sumber: Gramedia
Halo Orangers
How do you feel right now?
Setiap tanggal 10 September, diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day/WSPD). Dalam edisi Cup of Tea kali ini, kita akan membahas buku, “I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki” karya Baek Se Hee. Penulis yang mengalami distimia (depresi berkepanjangan) ini membagikan pengalamannya dalam sesi konsultasi dengan psikolog dan psikiater. Buku ini tergolong dalam genre self-improvement dan sempat direkomendasikan oleh beberapa idol K-Pop, seperti RM (BTS) dan S.Coups (Seventeen)
Menurut dr. Jiemi Ardian, Sp. KJ yang merupakan seorang psikiater, orang yang mengalami persistent depressive disorder (distimia) akan kehilangan ketertarikan pada aktivitas sehari-hari, perasaan tidak layak dan tidak percaya diri muncul serta merasa tidak ada harapan. Baek Se Hee tidak berhenti pada buku pertama bertajuk I Want To Die But I Want To Eat Tteopokki, Ia membuat 2 versi dari buku ini karena memang perjalanan menuju kesembuhan tidak bisa didapat secara instan.
Pada saat kamu membaca buku ini, kamu akan menemukan banyak istilah-istilah psikiatri. Kalian akan dibawa masuk ke dalam dialog-dialog Baek Se Hee dengan psikiaternya. Bahasa yang digunakan pada buku ini cukup ringan. Dalam buku ini juga bisa dilihat bahwa mendiagnosis bukanlah perkara yang mudah dan cepat. Jika kita lihat di media sosial banyak sekali orang-orang yang melakukan self diagnose tanpa bantuan orang yang ahli dibidang tersebut.
Pengalaman yang dituliskan oleh Baek Se Hee pada buku ini mulai dari perasaan rendah diri, merasa bahwa pantulan dirinya di cermin seperti sebuah foto hitam putih. Ia juga suka mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri, membandingkan penampilan dirinya dengan orang lain sehingga muncul perasaan insecure.
Banyak orang merasa relate dengan tulisan Baek Se Hee, menjadikan bukunya Best Seller di Korea Selatan dan beberapa negara. Menurut Baek Se Hee, menerima diri apa adanya membuat kita lebih bebas dan nyaman. Ia juga menekankan bahwa seringkali bukan orang lain yang meremehkan kita, melainkan diri kita sendiri. Apa yang tidak pantas dikatakan kepada orang lain justru kita katakan pada diri sendiri.
Dalam bukunya, Baek Se Hee mengajarkan untuk sesekali bersikap egois sebagai bentuk perlindungan diri, menurunkan standar, dan menerima diri tanpa terlalu memikirkan pandangan orang lain. Bagi yang sedang berada dalam kegelapan, semoga secercah cahaya segera datang.
Penulis: Alisha
Editor: Nawal Najiya Rasya