Mengulik Sejarah dan Makna dari Stanza Asli pada Lagu Indonesia Raya

Sumber: Pinterest

Sebuah lagu dibentuk untuk menyampaikan beberapa makna, terkadang makna tersebut  diselipkan di setiap untaian lirik, tetapi tak sesekali makna juga disampaikan secara tersirat. Begitupun dengan sejarah, di dalam kesempatannya, sejarah seringkali dibungkus dalam sebuah lagu agar sari nya bisa tersebar ke telinga pendengar. Layaknya lagu kebangsaan Indonesia yang selalu dinyanyikan dengan bangga oleh seluruh rakyat, yaitu Indonesia Raya.

Perjalanan Indonesia untuk sampai kepada ulang tahun yang ke-79 bukanlah hal yang bisa dilupakan sejarahnya, dalam perjalanan membawa Indonesia merdeka, sudah jutaan pahlawan yang gugur dengan membawa harapan bahwa suatu hari Indonesia akan merdeka.

Dilansir dari website Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Indonesia Raya tercipta sebelum kemerdekaan, terinspirasi oleh sebuah artikel di majalah Timboel terbitan Solo yang dibaca oleh W.R. Supratman, seorang nasionalis, wartawan, dan seniman. Artikel tersebut mempertanyakan, “Manakah komponis Indonesia yang bisa menciptakan lagu kebangsaan yang dapat membangkitkan semangat rakyat?” dan hal itulah yang menggerakkan hati W.R. Supratman untuk menciptakan lagu Indonesia Raya.

Ketergerakan hatinya membawa W.R. Supratman membuat not-not yang membentuk sebuah lagu di tahun 1926. Kemudian, untuk mematri lagunya, Ia hubungi beberapa perusahaan yang bekerja di bidang rekaman, Batavia. Diterimalah lagu tersebut oleh perusahaan milik Yo Kim Tjan yang akhirnya proses perekaman lagu Indonesia Raya memiliki 2 versi, yaitu versi asli dengan dinyanyikan langsung oleh W.R. Supratman dan versi rekaman keroncong yang nantinya dikirim ke Inggris untuk diproduksi lebih banyak.

W.R. Supratman juga dikenal sebagai pemuda yang selalu menghadiri kongres pemuda I dan II, lagu Indonesia Raya ciptaannya mulai tersohor pada saat Ia membagikan konsep lirik dari lagu tersebut saat kongres pemuda II. Indonesia Raya pun diperdengarkan dengan iringan biola miliknya.

Buku terbitan Kemendikbud RI, yakni “Hiduplah ‘Indonesia Raya’ Lagu Kebangsaan Kita” menyebutkan bahwa lagu asli Indonesia Raya memiliki tiga stanza. Namun, lagu Indonesia Raya yang kini kerap diperdengarkan adalah Indonesia Raya yang hanya memiliki satu stanza, hal ini adalah hasil keputusan dari Panitia Lagu Kebangsaan Indonesia pada masa itu, diantaranya ada Soekarno, Ki Hajar Dewantara, Darmawidjaja, Achiar, Mr Oetojo, dan Sudibyo.

Dikutip dari detikcom, makna yang terkandung di stanza pertama meliputi seruan dan energi penyemangat bangsa Indonesia yang pada saat itu belum meraih kemerdekaan, hal ini berdasarkan penggalan lirik “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu.”

Kemudian, di stanza kedua dilihat dari lirik yang terkandung “Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia” dan “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” memiliki makna prinsip spiritual yang mengharapkan Indonesia selalu diliputi kebahagiaan dan warga Indonesia memiliki budi pekerti yang baik.

Dan yang terakhir pada stanza ketiga fokus terhadap dua lirik yang mengandung makna  sebagai sumpah setia dan amanat agraria, yang mencakup bukan hanya tanahnya, tetapi seluruh kekayaan yang ada di Indonesia, termasuk daratan, lautan, hingga ruang angkasanya, lirik tersebut adalah “Marilah kita berjanji, Indonesia abadi” dan “Slamatlah rakyatnya, slamatlah putranya, pulaunya, lautnya, semuanya”.

Sumber Berita:

  1. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6862407/lagu-indonesia-raya-3-stanza-sejarah-dan-alasan-tak-dinyanyikan-lengkap/amp
  2. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/meresapi-makna-dibalik-lirik-lagu-indonesia-raya/
  3. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/kisah-dibalik-lahirnya-lagu-kebangsaan-indonesia-raya/
  4. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/lagu-indonesia-raya-dalam-lintasan-sejarah-pencipataanya/

Nama Penulis: Nadya Bella Arthamevira

Nama Editor: Nawal Najiya