Doc: https://serambiupdate.com/
Serang – Dalam sorotan kini, popularitas budaya K-pop tidak dapat dipungkiri lagi telah mewabah sejumlah kalangan. Meningkatnya popularitas budaya K-pop sendiri telah mempengaruhi gaya hidup serta tindakan yang dilakukan. Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak yang mempengaruhi penggemarnya tak terkecuali mahasiswa Untirta.
Korean Pop atau yang kita kenal dengan K-pop adalah industri musik pop Korea yang beberapa tahun belakangan banyak digandrungi terutama oleh kalangan remaja di Indonesia. Popularitas budaya K-pop yang sedikit banyaknya memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan remaja di Indonesia. Di lingkungan kampus Untirta sendiri, banyak dijumpai mahasiswa yang memiliki ketertarikan besar terhadap budaya K-pop.
Najmah Khalidah yang merupakan mahasiswa Agroteknologi Untirta angakatan 2021 yang mengatakan bahwa perkembangan budaya K-pop di Indonesia untuk saat ini sudah cukup luas, ditambah dengan tingginya penggunaan media sosial makin mempermudah untuk dapat mengakses berbagai konten K-pop. Ia menambahkan ada kemungkinan konten-konten tersebut muncul dikalangan non K-popers yang kemudian berpengaruh pada kepopuleran K-pop itu sendiri. Najmah mengaku awal mula dirinya menggemari K-pop karena lagu-lagunya yang enak didengar hingga kemudian merambat pada rasa penasarannya pada sang penyanyi.
Selaras dengan Najmah, Euodia Imanuella Rutatan, mahasiswi Ilmu Komunikasi Untirta angakatan 2022 mengatakan bahwa ia pernah bergabung dalam komunitas penggemar K-pop. Yang mana kehadiran komunitas tersebut tidak lain adalah untuk mendukung idol K-pop yang mereka gemari, salah satunya dengan memberikan vote melalui platform online yang disediakan penyelenggara acara penghargaan.
Hal ini menunjukkan popularitas budaya K-pop di Indonesia terutama dikalangan mahasiswa Untirta dapat dilihat dari partisipasi mereka dalam komunitas K-pop yang terorganisir. Tingginya popularitas budaya K-pop dikalangan mahasiswa Untirta tentu saja beriringan dengan dampak yang mungkin ditimbulkan dari fenomena tersebut.
Diungkapkan oleh Najmah bahwa kegemarannya terhadap K-pop telah mempengaruhi gaya hidup yang serba melibatkan idol kegemarannya. Mulai dari membeli sesuatu baik itu barang atau makanan dari brand yang menjadikan idol kesukannya sebagai Brand Ambassador (BA). Namun, menurut Najmah untuk musik K-pop itu sendiri tidak terlalu memberikan pengaruh yang besar.
“Kalau musik K-pop sendiri kayaknya ngga begitu jadi pengaruh yang besar sih karena balik lagi ke selera orang yang beda-beda, kalo gaya pakaian mungkin ada beberapa mahasiswa yang mulai menjadikan idolnya as a role model dalam berpakaian, dan mungkin kalau di lingkungan kampus nggak terlalu terlihat ya karena masih menjaga kerapihan dan kesopanan sebagai seorang mahasiswa,” ucap Najma (17/3/2024).
Sementara itu, hal paling mendasar yang terpengaruh dari budaya K-pop bagi Euodia adalah bahasa. “Karena sering nonton konten-konten K-pop yang pastinya ngomong bahasa korea, jadinya terinfluence ke kehidupan sehari-hari contohnya jadi suka bilang ‘annyeong (halo), gomawo (makasih),” ungkapnya (17/3/2024).
Bagi para penggemarnya, budaya K-pop selalu memiliki daya tariknya tersendiri. Popularitas budaya K-pop yang kian meningkat telah menyebarkan budaya Korea Selatan dan mempengaruhi gaya hidup dikalangan penggemarnya.
Penulis: Anisa
Editor: Ira, Nahser
Referensi :
Rahayu, Fayza Putri. (2023,21 Juni). Fenomena Kpop : Dampak Positif dan Tantangan Bagi Budaya Indonesia. Diakes pada 18 Maret 2023, dari https://kumparan.com/royalsun000/fenomena-k-pop-dampak-positif-dan-tantangan-bagi-budaya-indonesia-20a2KgfPdNU