Yuk! Bangkitkan Nasionalisme dan Lawan Disinformasi Sejarah Melalui Buku

Sumber : Gramedia

Saat ini, Indonesia dihadapkan dengan luruhnya rasa nasionalisme di era digital, menurunnya semangat keterbukaan dan tranparansi, serta disinformasi sejarah. Hal tersebut membangkitkan kesadaran akan pentingnya memahami sejarah secara kritis. Dalam situasi ini, memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memahami dinamika kekuasaan dan tidak mudah terseret disinformasi.

Pemahaman sejarah menjadi hal penting untuk membangun kesadaran kritis, menumbuhkan rasa kebangsaan, dan memahami seluk beluk persoalan yang terjadi di Indonesia.

Maka dari itu, rebuan kali ini menyiapkan 3 rekomendasi buku sejarah yang membantu memberi pemahaman mengenai dinamika kekuasaan dan menghindari disinformasi, yuk kita simak!


1. Sejarah Nusantara yang Disembunyikan – Fatimah Purwoko

Buku ini menggali perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui perspektif lokal dan internasional, dengan menyoroti peran rakyat kecil yang kerap terabaikan dalam narasi sejarah resmi. Di tengah tantangan nasionalisme akibat konflik identitas politik, karya ini membangkitkan kembali semangat kemerdekaan dan pentingnya persatuan bangsa.

Dalam situasi politik dan sosial Indonesia saat ini, buku ini menyuguhkan pemahaman tentang perjuangan dan nasionalisme yang membentuk identitas bangsa, sekaligus mengingatkan pentingnya menghargai demokrasi dan kebebasan yang telah diperjuangkan.

2. Sejarah Nusantara yang Disembunyikan – Fatimah Purwoko

Buku ini merupakan karya yang membuka sisi-sisi sejarah yang selama ini tersembunyi, dari masa kerajaan hingga pascakemerdekaan. Dalam konteks maraknya narasi satu sudut pandang dan manipulasi sejarah di ruang publik, buku ini mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan menelusuri kebenaran sejarah yang kompleks.

Maraknya disinformasi menjadi peringatan keras akan pentingnya memiliki pemahaman sejarah yang kritis. Buku ini mendorong pembaca untuk mempertanyakan narasi yang beredar dan mencari kebenaran yang lebih luas, sejalan dengan semangat transparansi dan keterbukaan informasi di Indonesia.

3. Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto – John Roosa

Buku ini mengungkap bagaimana peristiwa Gerakan 30 September 1965 dimanfaatkan untuk membenarkan kudeta militer oleh Soeharto dan mengantarkan lahirnya Orde Baru. Melalui riset arsip dan wawancara, John Roosa menunjukkan bahwa narasi resmi G30S merupakan rekayasa politik yang bertujuan untuk menyingkirkan lawan dan membenarkan pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dicap komunis.

Melalui buku Dalih Pembunuhan Massal karya John Roosa, kita bisa melihat bagaimana penguasa membentuk narasi resmi tentang peristiwa 1965 untuk kepentingan politik mereka. Roosa mengajak pembaca untuk melihat kembali peristiwa ini secara kritis, agar kita tidak terus-menerus percaya pada versi sejarah yang sudah dimanipulasi selama masa Orde Baru.

Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita memiliki rasa nasionalisme dan mengulik kebenaran sejarah negara kita sendiri. Seperti halnya yang dikatakan oleh presiden pertama Soekarno, “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).

Penulis: Nadira Zahra Alifa

Editor: Muthia Zahra