Di tengah arus informasi yang begitu deras, perbincangan soal politik tak lagi hanya milik para pejabat atau pengamat. Kini, generasi muda pun turut menjadi bagian penting dalam dinamika politik tanah air. Jadi, kenapa sih kita harus melek politik?
Maraknya peristiwa politik yang terpampang melalui internet, membuat beberapa anak muda merasa politik itu rumit, tak ramah, bahkan tidak relevan. Meskipun, sesungguhnya politik adalah sesuatu yang sangat dekat dan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Melek terhadap politik tidak berarti harus terjun langsung menjadi politisi atau aktif dalam partai politik, tak juga harus turut serta dalam demonstrasi.
Lebih dari itu, melek politik artinya memahami bagaimana sistem pemerintahan berjalan, menyadari dampak keputusan politik terhadap kehidupan sehari-hari, serta meyakini bahwa suara kita sebagai warga negara punya kekuatan dalam menentukan arah masa depan. Melek politik adalah sebuah kesadaran, rasa peduli, dan paham bagaimana keputusan-keputusan politik itu bisa berdampak pada hidup kita—mulai dari biaya kuliah, transportasi publik, sampai kebebasan berbicara.
Menurut Nurul Hayat, salah satu dosen Ilmu Pemerintahan, FISIP UNTIRTA, kesadaran politik di kalangan muda masih perlu terus ditumbuhkan.
“Orang Gen z itu agak males sesuatu yang berliku. Sehingga berbicara politik, Gen z sangat minim, dibilang skeptis engga, ya cuek aja,” ujar Nurul, saat diwawancarai secara langsung oleh LPM Orange (8/4/2025).
Fenomena rendahnya partisipasi politik dari kalangan muda menjadi perhatian tersendiri. Banyak di antara mereka yang merasa politik itu “kotor”, membingungkan, atau tidak menyentuh kehidupan mereka secara langsung. Nyatanya, dengan memahami politik, anak muda bisa menjalani perannya sebagai kontrol dan melakukan suatu perubahan.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan, “alasan mengapa Gen z itu harus melek terhadap birokrasi atau politik adalah karena orang yang menggantikan generasi sekarang adalah generasi esok.” ucapnya.
Meski banyak generasi muda yang masih apatis terhadap dunia politik, sebagian di antaranya—termasuk kalangan mahasiswa—mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya melek politik.
Dinda Siti Rahayu, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, mengungkapkan bahwa politik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, “Kehidupan sehari-hari kita itu tidak bisa dijauhkan dengan yang namanya politik kan ya. Setiap kebijakan yang diambil kan prosesnya lewat politik. Jadi, kalau kalian, para anak muda, masih berpikir bahwa politik bukan urusan penting, coba pikir ulang, itu justru pandangan yang keliru,” ucap Dinda, saat diwawancarai secara langsung oleh LPM Orange (8/4/2025).
Hal serupa juga dirasakan Alifah Azahra Yamin, mahasiswi jurusan Ilmu Pemerintahan. Baginya, politik merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita, mulai dari proses pembayaran listrik hingga persoalan ketenagakerjaan yang mencakup nasib suatu keluarga.
Dita Amalia, mahasiswa Ilmu pemerintahan, juga mencurahkan pendapatnya. Menurutnya, sebagai Agent of Change, mahasiswa perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang ada. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap politik ia juga menekankan pemanfaatan media sosial seperti TikTok untuk mengakses informasi seputar kondisi politik saat ini dan hal-hal bermanfaat lainnya. Jadi, bukan sekadar digunakan untuk konten hiburan seperti joget-joget saja.
Seringkali, politik menjadi rumit dan seakan akan hanya bisa dipahami oleh orang-orang tertentu. Untuk memahami politik, ada banyak cara yang bisa dilakukan, seperti membaca berita dari berbagai sumber yang terpercaya. Mencari tahu apa yang sedang terjadi di sekitar kita—baik itu terkait kebijakan pemerintah, isu sosial, atau ekonomi. Semua itu adalah bagian dari politik yang langsung memengaruhi kehidupan kita.
Contoh lainnya adalah dengan mengikuti diskusi publik. Misalnya, ketika ada forum diskusi tentang masalah pendidikan di kampus atau media sosial, kita bisa ikut berpartisipasi, bertanya, atau bahkan hanya mendengarkan. Kegiatan ini adalah cara untuk memahami bagaimana kebijakan dibuat dan apa dampaknya terhadap kita. Selain itu, kita bisa memulai dari membaca berita, mengikuti diskusi soal isu publik, hingga berpartisipasi dalam pemilu.
Melalui hal-hal kecil seperti ini, kita belajar untuk lebih kritis terhadap informasi yang kita terima dan bisa menghubungkannya dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Dengan menjadi generasi yang sadar politik, kita bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut serta dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa. Jadi, yuk mulai peduli, terlibat, dan memahami dunia politik! Ingat bahwa masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan kita!
Penulis: Angeli Ramadhani
Editor: Muthia Zahra