Desa Jalupanggirang, Kecamatan Banjarsari menjadi salah satu desa yang terpilih untuk pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler 1 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya KKM Kelompok 40 melakukan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai salah satu kegiatan program kerja yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Pemilihan program kerja ini dikarenakan moyoritas masyarakat yang memiliki lahan persawahan maupun perkebunan di Desa Jalupanggirang sehingga KKM Kelompok 40 mengadakan kegiatan program kerja sosialisasi pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.
Selain sosialisasi, diadakannya kegiatan praktek pembuatan pupuk kompos organik secara langsung bersama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) desa jalupanggirang, tokoh masyarakat, serta perangkat desa jalupanggirang.
Pembuatan pupuk kompos ini menggunakan bahan dasar limbah rumah tangga, EM4, Molase, Daun kering, dan Tanah. Hasil dari Produk pupuk kompos organik ini akan menghasilkan 2 produk, yaitu pupuk kompos organik dan juga pupuk cair.
Melihat dari antusiasme masyarakat desa Jalupanggirang dan juga respon positif dari masyarakat yang mengikuti kegiatan ini pembuatan pupuk kompos menggunakan limbah rumah tangga dinilai cukup efektif dan tidak memerlukan banyak pengeluaran, selain itu dengan adanya pembekalan materi dan juga praktik secara langsung membuat masyarakat lebih mengenal dan mengetahui bagaimana proses pembuatan pupuk kompos, beberapa peserta bahkan ada yang berinisiatif membuat pupuk kompos itu kembali hal ini menandakan bahwa program ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang sehingga masyarakat mampu mengembangkan pertanian skala kecil secara berkelanjutan.
Dengan adanya program ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan suatu limbah rumah tangga sehingga dapat digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat terutama dalam sektor pertanian sehingga dapat memudahkan sektor pertanian tersebut, selain mempermudah pertanian pupuk kompos ini juga dapat mengurangi jumlah pengeluaran. Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan kegiatan serupa yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan dari masing-masing daerah.