Desa Sanghiang Dengdek, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 62 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Penyuluhan Obat Hama Patek/Antraknosa” di Desa Sanghiang Dengdek, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Januari 2025 ini dihadiri oleh seluruh kelompok tani setempat dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman petani mengenai pengendalian hama patek yang sering menyerang tanaman mereka.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Sunarya dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) memberikan pemaparan mendalam terkait hama patek atau antraknosa yang kerap menyerang tanaman hortikultura, terutama cabai dan buah-buahan. Dalam penyampaiannya, Sunarya menjelaskan bahwa hama ini muncul akibat beberapa faktor utama, seperti kelembaban udara yang tinggi, suhu lingkungan, serta jenis varietas tanaman yang rentan terhadap serangan penyakit.
Lebih lanjut, Sunarya memaparkan bahwa gejala utama tanaman yang terserang hama patek ditandai dengan munculnya bercak hitam pada buah dan daun. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan buah sebelum mencapai tahap kematangan, sehingga mengakibatkan penurunan hasil panen secara signifikan. Oleh karena itu, dalam penyuluhan ini, Sunarya menjelaskan berbagai metode pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan.
Para petani yang hadir diberikan pemahaman tentang penggunaan obat hama yang tepat, baik dari segi dosis maupun cara aplikasinya, agar tetap aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan resistensi pada tanaman. Selain itu, diberikan juga edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti pemilihan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit, pengelolaan lingkungan tanam agar tidak terlalu lembab, serta teknik budidaya yang baik untuk mengurangi potensi penyebaran hama.
Kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para petani di Desa Sanghiang Dengdek. Mereka menyatakan bahwa penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru dalam mengatasi permasalahan yang selama ini mereka hadapi di lapangan. Salah satu petani, Sukirman, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKM 62 Untirta atas kepedulian mereka terhadap sektor pertanian di desa tersebut.
Mahasiswa KKM 62 Untirta berharap bahwa penyuluhan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sanghiang Dengdek, khususnya para petani, dalam meningkatkan hasil pertanian mereka. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat desa melalui transfer ilmu yang bermanfaat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga produktivitas pertanian di Desa Sanghiang Dengdek semakin meningkat dan kesejahteraan petani pun turut terangkat.