Sumber Foto: Google
Bertepatan dengan tanggal 28 September, Indonesia memperingati Hari Kereta. Sebuah momentum untuk mengenang sejarah perkembangan transportasi kereta api di tanah air Indonesia. Ignasius Jonan, dikenal atas kontribusinya di sektor transportasi dan energi. Lahir 21 Juni 1963, Jonan menempuh pendidikan Akuntansi Universitas Airlangga dan melanjutkan studi di Fletcher School Tufts University, US. Jonan meniti karir di dunia perbankan sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2009.
PT KAI mengalami perubahan besar dalam operasionalnya selama kepemimpinan Jonan. Sebelumnya, KAI menghadapi masalah seperti rendahnya pelayanan pegawai, buruknya sarana prasarana, tata kelola yang kurang baik, dan tidak adanya visi yang jelas hingga menyebabkan kerugian di perusahaan sebesar Rp 83 miliar pada 2008.
Jonan diangkat sebagai Direktur Utama PT KAI pada 2009, memulai transformasi besar perusahaan. Jonan menerapkan strategi baru yang berfokus pada penataan internal, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Jonan mengubah orientasi perusahaan dari product-oriented menjadi costumer-oriented, memberlakukan sistem tunjangan yang lebih adil, serta memberi penghargaan kepada karyawan.
Penyempurnaan pelayanan pelanggan menjadi prioritas dengan aturan seperti larangan merokok di gerbong, pembatasan kapasitas penumpang, program one seat one passenger, dan tertibnya sistem boarding. Hal ini membantu kenyamanan pelanggan, menurunkan jumlah kendaraan di jalan raya, dan menjadikan PT KAI sebagai transportasi publik yang lebih baik hingga akhir masa jabatan Jonan pada 2014.
Peran Ignasius Jonan dalam membenahi PT KAI menjadi tonggak penting transformasi transportasi publik di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, KAI berhasil meningkatkan pelayanan, efisiensi operasional, serta keamanan, sehingga membangun kepercayaan publik. Pembaruan ini menjadi warisan berharga yang terus berdampak positif pada perkembangan industri kereta api nasional hingga kini.
Sumber Berita: Kompasiana.Com
Penulis: Adira Dwi
Editor: Nawal Najiya Rasya