Dunia Mitos dan Lokalitas, Ini Alasan Mengapa ‘Parade Hantu Suang Bolong’ Wajib Dibaca!

Gambar: Google

Judulnya “Parade Hantu Siang Bolong” — unik, bukan? Buku ini terbit pada tahun 2020, mengisi rak-rak kosong di dunia membaca Indonesia, dan lahir dari tangan penulis handal, Titah AW. Buku Parade Hantu Siang Bolong mendapatkan perhatian dari penggemar bacaan di berbagai wilayah Indonesia.

Buku ini menggabungkan unsur jurnalisme dan sastra dengan begitu apik, menjadikannya layak untuk dikoleksi. Di dalamnya, penulis menceritakan tentang lokalitas dan mitos yang ada di Indonesia secara rinci. Cerita-cerita lokal yang jarang diketahui dan kurang mendapat perhatian dari masyarakat disajikan dengan penuh detail. Buku ini berisi 16 kisah yang disampaikan melalui beragam sudut pandang, memberikan pembaca pengalaman membaca yang kompleks dan mendalam.

Salah satu kisah menarik dalam buku Parade Hantu Siang Bolong adalah “Mengunjungi Kampung Pitu: Desa yang Hanya Bisa Dihuni Tujuh Keluarga di Puncak Langeran.” Kisah ini membawa pembaca ke sebuah desa terpencil di Puncak Langeran, yang dikenal dengan nama Kampung Pitu. Desa ini memiliki aturan unik dan misterius,  lantaran hanya boleh dihuni oleh tujuh keluarga saja. Setiap kali sebuah keluarga pindah atau meninggal, segera ada keluarga baru yang akan menggantikannya, menjaga jumlah penduduk tetap tujuh keluarga. Dengan memadukan jurnalisme dan narasi sastrawi, penulis Titah AW menguak sejarah serta asal-usul dari aturan yang tidak biasa ini. Diceritakan bahwa aturan tersebut berakar dari kepercayaan kuno yang dipercaya mampu mempertahankan harmoni dan keseimbangan desa. Selain itu, kisah ini juga menyoroti kehidupan sehari-hari para penduduk desa, tantangan yang mereka hadapi, dan cara mereka menjaga tradisi serta kepercayaan leluhur mereka.

Masih banyak cerita menarik yang diungkap dalam buku “Parade Hantu Siang Bolong.” Jika kamu punya waktu luang, buku ini adalah pilihan sempurna untuk mengisi hari-harimu dengan kisah-kisah yang menarik.

Penulis: Nadya Bella Arthamevira

Editor: Nawal Najiya