Bagaimana kondisi pendidikan pada hari ini terutama di sektor kampus, ternyata banyak sekali anomali yang terjadi dilingkungan kampus yang membuat mutu pendidikan di kampus sendiri mengalami dekadensi dan degradasi.
Banyak sekali kondisi yang membuat mahasiswa akhirnya tidak mendapatkan ruang aman dan nyaman di kampus ketika belajar yang seharusnya kampus bisa menjamin setiap individu untuk mengenyam bangku perkuliahan dengan aman dan nyaman.
Oknum-oknum yang terlibat paling besar secara akar rumput adalah dosen, bagaimana dalam proses pembelajaran seharusnya dosen mampu untuk membuat kondisi kelas terasa aman dan nyaman, banyak sekali situasi di mana mahasiswa mendapatkan pelecehan hingga mendiskriminasi lewat aturan dosen ataupun verbalistis.
Adanya peraturan harus menggunakan pakaian tertentu membuat kebebasan berekspresi didalam kampus sangat diskriminasi, dengan alasan dibuat buat. Seorang mahasiswa FKIP (FM) berpendapat “Alesannya karena kita jadi guru padahal kita tau profesionalitas keprofesian, yah kali kita pake pakaian bebas di lembaga sekolah jadi aturan itu gak valid,” ujarnya.
Seorang mahasiswa Fisip juga berkomentar bahwa “Dosen membuat alasan moril mencegah pelecehan sexual padahal beberapa kali saya mendapatkan pelecehan sexual padahal pakaian saya tertutup,” ujarnya.
Tidak hanya itu kepekaan akan kesehatan mental dirasa kurang dari para dosen-dosen ini. Seorang mahasiswa FKIP berkata ketika di wawancara “Dosen jurusan saya terlalu menekan dan merasa bahwa kelulusan saya tergantung mereka. Saya mendapatkan omongan kalau nilai saya gimana si dosen padahal saya mengalami depresi dan melakukan tindakan mengakhiri diri karena tekanan dan ucapan beliau yang sangat traumatis. Tetapi, beliau seakan tidak perduli,” tuturnya.
Secara akademis dosen kerap kali merasa mereka Superioritas karena simbol dosen tersebut. Sangat anti kritik dan membungkam dialektika ilmu pengetahuan sehingga dosen kerap kali lebih menyerang personalia seseorang sebagai counter damage yang dia terima.
Penulis: AH, Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Pertunjukkan FKIP Untirta