Kelas Online: Bangun Pembelajaran Efektif dalam Keterbatasan Ruang Kelas

Sumber: Pinterest

Saat kita menelaah kembali relevansi kelas online dalam konteks saat ini, ada pertanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan mengenai  apakah kelas online masih sama efektifnya jika dilakukan sekarang seperti pada awal Pandemi Covid-19? Selain itu muncul juga pertanyaan-pertanyaan mengenai alasan mengapa masih diberlakukan kelas online.

Dr. Rahmi Mulyasih.,M.Si selaku Dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi mengatakan bahwa kelas online tentu saja mempunyai dampak positif dan negatif seperti kelas offline pada umumnya, beliau berpendapat kelas online lebih terbatas dalam mengkreasikan proses pembelajaran.

“Online misalnya, tidak berkejaran dengan waktu tinggal menyiapkan saja bahan materi dan proses pembelajaran yang menarik supaya komunikasi bisa dua arah tidak hanya dari dosen saja. Namun terbatas dalam kreasi untuk proses pembelajarannya. Kalau offline kan komunikasi dua arahnya bisa langsung berjalan yah, dan lagi kalau offline itu dosen bisa berinovatif supaya proses belajarnya tidak monoton kaya buat games atau nonton film,” katanya (3/4/2024).

Pendapat ini juga didukung oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi, yakni Dr. Isti Nursih, S.I.P, M.Si, beliau berpendapat bahwa kelas online bisa saja terjaga keefektifan nya jika Mahasiswa terlibat untuk saling berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan  menghargai pendapat dari teman-teman yang lain. Selain itu, Dosen juga terlibat dalam menciptakan dan kenjaga keefektifan kelas online tersebut.

“Ya, kemampuan dosen dalam manajemen kelas  menentukan menarik atau tidaknya MK tersebut. Dan itu juga berpengaruh pada efektifitas kelas  tadi” (3/5/2025).

Ia juga mengatakan jika kelas online masih diadakan karena kurangnya kelas untuk pembelajaran offline, akibat dari hal tersebut beberapa mata kuliah terpaksa menjadi online.

“Kelas online sendiri sebenarnya diadakan karena kita kekurangan ruangan kelas. Kita mendapatkan 6 ruang kelas perkuliahan, sementara yang  kuliah untuk angk 2023 (semester 2) 6 kelas, yang semester 4 dan 6  masing-masing 6 kelas,  jadi konsekuensi-nya ada beberapa MK yang berlangsung online. Idealnya kita harusnya minimal punya  10 ruang kelas agar meminimalkan kelas online,” ujar nya (3/5/1024).

Lalu, bagaimana pendapat dari Mahasiswa? Apakah mereka keberatan dengan adanya kelas online ini? Atau malah merasa kelas online cukup membantu dalam proses pembelajaran?

Tasya, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, mengaku bahwa ia mendapatkan beberapa mata kuliah online, dan ia merasa kelas online yang ia alami tidak berjalan efektif dikarenakan beberapa hal.

“Menurut aku ngga efektif karena kelas online tuh banyak hambatannya. Mulai dari gangguan internet, tidak fokus, kurang interaksi, terus menimbulkan rasa malas karena kelas online biasanya dianggap sepele,” kata Tasya (12/4/2024).

Setelah melihat semua argumen baik dan buruk yang telah dibahas, terbukti bahwa kelas online memiliki peluang besar untuk meningkatkan akses pendidikan, walaupun masih ada rintangan yang perlu diatasi.

Kalau menurut Orangers, kelas online di masa sekarang berjalan efektif atau tidak?

Penulis: Nadya Bella Arthamevira

Editor: Nawal Najiya