Sepasang summer flat sandal melangkah bergantian di atas pasir pantai. Pagi ini Ishara menelepon Ayyara untuk menemaninya di pantai. Katanya sih mau buat video untuk promosi jasa fotografernya.
Ayyara sengaja tiba di pantai setengah jam sebelum pukul 08.00, agar dirinya bisa menikmati suasana ombak yang masih tenang. Berjalan menyusuri pantai, menari di tepian ombak, menghirup udara segar dan dihembuskan.
“Ahhh sejuknya pagi ini, sudah lama juga ga kesini.”
“Sudah jam berapa ini, kenapa dia belum datang juga?” gumamnya.
Kemudian ia melangkah ke tepi untuk mengambil ponsel melihat waktu saat ini. Di beranda ponselnya ada notifikasi masuk dari Ishara, dua pesan singkat yang memberi kabar jika ia akan datang terlambat.
Ishara
Pagi Ayy 08.00
Lima menit lagi ya, lagi di parkiran 08.00
Anda
Ok, ditunggu 08.05
Lalu ia letakkan lagi ponselnya di meja, setelah mengabadikan momen selfie dan pemandangan pantai di depannya. Memejamkan mata sesaat, lalu saat membuka mata ia disuguhkan ice cream cone rasa cokelat di depan matanya. “Pasti Ishara kan?”
“Iya, udah lama?”
“Yah, 30 menitan.” Ishara menoleh dan menyahut.
“O iya gimana sama toko? Udah lama ngga kesana.”
“Semuanya berjalan lancar, setiap rabu aku datang kesana, mama juga setiap hari datang buat periksa keuangan toko.”
Ya, memang benar Ayyara memiliki toko kue sendiri. Berkat membantu mamanya membuat kue, dan akhirnya bisa membangun toko kue sendiri dari hasil hobi melukisnya.
***
Flashback On
Enam setengah tahun yang lalu
Hari ini di Sekolah Menengah Atas Aksara International School diselenggarakan pameran lukisan dari ekstrakurikuler seni lukis yang hanya boleh diikuti siswi perempuan.
Sementara dari ekstrakurikuler fotografi yang hanya boleh diikuti siswa laki-laki, mengabadikan setiap proses melukis berupa foto dan video.
Ayyara yang telah menyiapkan tema dari rumah mulai menuangkan idenya di atas sebuah kanvas persegi panjang dengan menikmati setiap prosesnya.
Posisinya berada di tengah barisan para peserta. Ishara yang merupakan anggota fotografi yang ditugaskan untuk memotret lukisan takjub dengan hasil tangan Ayyara yang baru setengah jadi.
“Cantik.” gumamnya.
Kemudian ia melanjutkan memotret lukisan milik siswi yang lainnya. Setelah lukisan para siswi telah selesai, semua karya dikumpulkan untuk di pajang di ruang lukis.
Waktu istirahat
Ayyara yang telah lapar setelah melukis memutuskan untuk makan dikantin. Ishara yang telah selesai memesan mie ayam melihat Ayyara langsung menghampirinya.
“Hai, aku Ishara dari ekskul fotografi. Tadi aku liat lukisan kamu cantik banget. Boleh aku minta diajarkan melukis kapan-kapan?”
“Halo, aku Ayyara dari seni lukis. Tentu boleh dong.”
“Makasih ya,”
“Sama-sama. O iya kamu dari kelas IPS 1 kan?”
“Iya.”
“Yaudah, aku udah selesai makan, aku duluan ya, kalau mau minta diajarin tinggal ke ruang lukis aja di jam pulang sekolah.”
Ayyara pergi meninggalkan kantin dengan Ishara yang masih duduk tersenyum manis.
***
Tiga tahun masa SMA terlewati, Ayyara melanjutkan pendidikan di Culinaria Patisserie University selama tiga setengah tahun.
Selama tiga setengah tahun itu juga Ayyara belajar semua hal tentang kue sambil membuat konten melukis di Vtube dan hasil karyanya dipasarkan hingga ke luar negeri.
Setiap bulan ia bisa meraih penghasilan Rp. 12.500.000,00, hingga bisa membuat toko di sudut kota yang ia beri nama Azalea Cake and Dessert menyediakan beragam jenis mulai dari tart, cupcakes, puding dan lainnya.
Toko kue yang telah berdiri satu tahun lamanya dan akan berganti menu mengikuti trend di setiap tahunnya.
Lalu, bagaimana dengan Ishara yang menjadi fotografer dan bisnis fotografinya?
***
Sama hal nya dengan Ayyara, Isyara yang memiliki hobi fotografi sejak kecil memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi di Green Light University. Selama tiga tahun pula ia menjalani pendidikan. Belajar berbicara umum, menjadi jurnalis setelah lulus dari universitas dan tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai fotografer di kala senggang dan menjadikan hobinya sebagai bisnis.
***
Flashback Off
“Bagus, yah seperti yang kamu lihat sekarang aku juga masih bergelut di fotografi.”
“Nikmati dulu es krim mu, aku akan melakukan tugasku sekarang.”
Ishara mulai berjalan menuju bibir pantai mulai memotret dan mem-videokan ombak yang bergulung hingga selesai melakukan tugasnya dan menghampiri Ayyara yang sedang melukis. Ia menunjukkan hasilnya pada Ayyara.
“Coba lihat bagus kan, tadi aku juga sempat foto kamu diam – diam pas aku datang. Sengaja hehe.”
“Ish kamu tuh ya, bagus banget, nanti kirim ke aku ya.”
Mereka menghabiskan waktu seharian di pantai dan dan menemani Ayyara yang berkunjung melihat kondisi toko dan keuangannya.“
***
“Jika kamu memiliki hobi dan hobi itu menjadi bakatmu , maka kembangkan, karena bisa jadi bakatmu menjadi kesuksesan untukmu.”
- Penulis: Desintha Nurlaili Maitsaa // UNTIRTA
- Editor : Iksan
Tinggalkan Balasan