Dentuman keras, Terdengar jelas, Bangunan kota yang semula ramai, Kini kosong terabai, Bangunan yang beruntung masih tetap berdiri, Sedangkan yang tidak penghuninya pergi mengungsikan diri, Masih teringat jelas dibenak mereka peristiwa hari itu, Peristiwa saat manusia ditimpa dan diserbu peluru, Sekeliling sunyi, diam tanpa cahaya, Sampai gerombolan disana menjerit bahaya, Terseok-seok kemari membawa tubuh renta penuh luka, Apa semua tetap akan menutup mata?
Sejauh apapun berlari tak ada tempat aman tuk berlindung, Tak ada yang bisa dilakukan dunia selain berkabung.
- Penulis: Ajeng, Tiara
Tinggalkan Balasan