Jadwal Terbaru Shuttle Bus UNTIRTA Dirilis, Mahasiswa: Terlalu Pagi

Sumber : Dok/UNTIRTA

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merilis jadwal keberangkatan shuttle bus terbaru melalui akun Instagram @untirta_official pada Minggu (21/8).

Sumber : Dok/UNTIRTA

Jadwal yang dibagikan adalah rute keberangkatan dari Kampus Pakupatan, Ciwaru, Sindangsari dan dari Kampus Pakupatan ke Kampus Cilegon, yang masing-masing berangkat jam 6.30 WIB dan 16.30 WIB.

Hal tersebut menuai beragam tanggapan dari mahasiswa. Sarifa Nuril merasa keberatan dengan jam operasional shuttle bus ini, ia merasa waktu tersebut terlalu dini dan terlalu sore bagi mahasiswa yang ingin melakukan mobilisasi ke kampus Untirta yang lain. Terutama bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Serang yang ingin ke kampus Sindangsari.

Saya rasa jam operasional shuttle bus ini terlalu pagi bagi saya yang berdomisili di Cilegon, mungkin bagi mahasiswa yang berasal dari Serang atau dekat dengan kampus Pakupatan dapat mengejar jam berangkat dengan mudah karna dekat. Beda halnya dengan saya yang harus berangkat dulu dari Cilegon ke kampus Pakupatan untuk mengejar jam keberangkatan shuttle ke Sindangsari pasti membutuhkan usaha atau waktu yang lebih untuk sampai kampus Pakupatan, bisa-bisa tertinggal shuttle.

—Sarifa Nuril, Mahasiswi UNTIRTA.

Tanggapan lain juga datang dari Frahazsyah yang mengeluhkan sosialisasi shuttle bus yang masih minim. Menurutnya, Untirta perlu bekerja sama dengan BEM KBM, ormawa, ataupun media-media lainnya agar banyak mahasiswa yang dapet mengakses informasi mengenai jadwal operasional shuttle bus ini.

Jadi, semua pihak bisa tahu bahwa memang ada suatu fasilitas yang bisa digunakan atau dinaiki oleh mahasiswa, bukan untuk staf saja. Dari situ juga sudah kurang kelihatan sosialisasinya. Akhirnya, kita pun banyak yang membutuhkan tapi tidak tahu. Itu juga menjadi halangan kita untuk mengaksesnya.

—Frahazsyah, Mahasiswa UNTIRTA.

Ia berharap agar jadwal atau unit shuttle bus bisa bertambah, sehingga dapat fleksibel dengan jam kuliah mahasiswa yang beragam. Selain itu, Frahazsyah juga menyebut penjemputan shuttle bus kurang efisien. Ia beranggapan bahwa fasilitas ini belum sepenuhnya memprioritaskan mahasiswa.

Yang jadi masalah adalah bagaimana si jadwal ini bisa tepat waktu. Bisa lebih dirapihin juga teknis mengenai keberangkatan, boleh naik bus jam berapa, bus sudah mulai dibuka jam berapa. Kadang juga sudah kepenuhan. Jadi, karena si shuttle bus ini terbatas, ada baiknya kapasitasnya diperbanyak.

—Frahazsyah, Mahasiswa UNTIRTA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *