Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bojonegara Puloampel (KMBP) menggelar aksi demonstrasi di Jalan Bojonegara-Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Senin (27/7/2026). Dalam aksi tersebut, warga mendesak pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan menjadi dua jalur empat lajur serta mengatur waktu operasional kendaraan berat. Warga menilai kondisi jalan yang sempit dan tingginya lalu lintas kendaraan berat dapat menghambat aktivitas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Aksi tersebut digelar karena Jalan Bojonegara Puloampel menjadi salah satu akses menuju kawasan industri, kawasan tambang, dan Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ), sehingga banyak dilalui kendaraan berat. Di tengah aksi, massa sempat menutup dua lajur jalan selama sekitar lima menit sebelum kembali dibuka setelah dilakukan negosiasi dengan pihak kepolisian.
Salah seorang peserta aksi yang enggan disebutkan namanya juga menyoroti keselamatan pengguna jalan di ruas Bojonegara-Puloampel. Ia mengatakan keterbatasan ruang jalan membuat kendaraan kecil harus berbagi jalur dengan truk berukuran besar. Menurutnya, kecelakaan masih kerap terjadi di ruas tersebut, termasuk yang melibatkan pengendara sepeda motor dan pelajar.
Selain persoalan keselamatan, narasumber tersebut juga menyoroti waktu operasional kendaraan berat yang menurutnya perlu disesuaikan dengan aktivitas masyarakat. Ia mengusulkan penghentian sementara operasional truk pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Ia juga menyinggung periode pukul 16.00 hingga 19.00 WIB yang bertepatan dengan waktu pulang kerja dan sekolah dan dinilai rawan kepadatan.
“Operasional truk dapat dihentikan sementara pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB sebagai waktu istirahat. Kemudian, pada pukul 16.00 hingga 19.00 WIB untuk jam pulang kerja dan pulang sekolah,” ujarnya dalam wawancara langsung bersama LPM Orange (15/8/2026).
Melalui aksi tersebut, KMBP meminta pemerintah merealisasikan pelebaran Jalan Bojonegara Puloampel menjadi dua jalur empat lajur. Warga juga mengusulkan pengaturan waktu operasional kendaraan berat untuk mengurangi kepadatan pada jam aktivitas masyarakat.
Penulis: Elviana
Editor: Alma Shafuramah