Halo, Orangers!
Menghabiskan libur semester dengan berbagai kegiatan menyenangkan, tentu membuat kita sebagai mahasiswa merasa lebih rileks dan bahagia. Namun, setelah masa santai itu berakhir, tidak sedikit yang kesulitan kembali ke rutinitas kuliah. Tugas terasa lebih berat, bangun pagi menjadi tantangan, dan keinginan untuk terus menikmati liburan masih terasa. Fenomena ini sering dikenal dengan istilah post-holiday blues. Lalu, apa sebenarnya post-holiday blues itu?
Post-holiday blues adalah kondisi emosional yang sering muncul setelah masa liburan berakhir. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan sedih, lelah, menurunnya semangat, serta kesulitan untuk kembali menjalani rutinitas sehari-hari. Peralihan dari liburan santai ke rutinitas padat juga dapat memicu stres dan rasa hampa. Namun, kondisi ini tergolong wajar dan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa yang sedang kembali menyesuaikan diri dengan aktivitas perkuliahan.
Post-holiday blues juga dapat dipahami melalui perspektif teori sosial. Menurut Albert Bandura melalui Teori Kognisi Sosial, ekspektasi tinggi terhadap liburan seringkali bertabrakan dengan kenyataan rutinitas setelah liburan sehingga memunculkan tekanan psikologis. Sementara itu, Herbert Blumer melalui Teori Interaksi Simbolik juga menjelaskan bahwa liburan sering dimaknai sebagai simbol kebebasan dari rutinitas, sehingga ketika momen itu berakhir dapat menimbulkan rasa kosong.
Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, post-holiday blues dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana. Salah satunya adalah dengan memberi waktu untuk transisi setelah liburan, seperti pulang 1–2 hari lebih awal sebelum aktivitas dimulai, dapat membantu tubuh dan pikiran kembali beradaptasi dengan rutinitas. Selain itu, merencanakan liburan secara seimbang, menetapkan hal yang bisa dinanti setelah liburan, serta mengabadikan momen liburan juga dapat membantu menjaga suasana hati tetap positif. Di sisi lain, menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik ringan serta berbagi cerita dengan teman atau keluarga dapat membantu memperbaiki mood setelah masa liburan.
Pada akhirnya, post-holiday blues hanyalah fase sementara dalam proses kembali ke rutinitas. Perasaan malas atau galau setelah liburan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses penyesuaian diri saat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Penulis : Nur Annisa Putri Pangestu
Editor : Elsa Loenita Damayanti