Menikmati Juni bersama Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono.*/instagram.com/@damonosapardi /instagram.com/@damonosapardi/

Bulan Juni tidak akan lekang dari nama Alm. Sapardi Djoko Damono. Seorang sastrawan besar  yang lekat dan memiliki tempat sendiri dengan bulan Juni. Sapardi Djoko Damono adalah satu dari sekian sastrawan Indonesia yang karya nya mempunyai tempat tersendiri dihati masyarakat. Sapardi yang mengaku terinspirasi oleh W.S Rendra dan memiliki motivasi untuk terus menulis agar tidak pikun ini, lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940. Bangku SMA merupakan awal mula lahirnya seorang penulis yang kelak akan menjadi legenda dan dikagumi banyak orang. Bagi Sapardi sendiri menulis adalah salah satu cara untuk memberi bentuk ide yang ada di otak agar bisa dikenal orang melalui tulisan.

Sudah banyak karya yang beliau ciptakan seperti puisi dan sajak. Salah satu puisi yang terkenal adalah Hujan Bulan Juni, yang menceritakan tentang ketabahan dan kasih sayang itu berhasil mendapatkan hati para pembaca nya sehingga mampu diadaptasi menjadi novel, komik, lagu, hingga film. Dan kali ini, penulis akan mengajak para pembaca untuk menyelami dan menikmati Juni bersama Sapardi dengan rekomendasi puisi, sajak, lagu, bahkan film yang diciptakan dan diadaptasi dari karya beliau. Daripada lama-lama, lebih baik kita langsung melihat rekomendasi karya Sapardi Djoko Damono untuk menemani bulan Juni kalian!

Novel Hujan Bulan Juni

Sumber : Gramedia.com

Pada awalnya, Hujan Bulan Juni merupakan sebuah puisi pendek yang diciptakan Sapardi ketika berada di teras rumahnya, Puisi yang memiliki arti yang sangat mendalam tersebut kemudian diadaptasi menjadi novel dengan judul yang sama. Novel ini menceritakan tentang pasangan yang memiliki perbedaan etnis dan suku yang memiliki pertentangan, namun mereka memilih untuk tetap bertahan. Dari novel ini kita dapat mendalami makna sebenarnya dari sebuah ketabahan, kesetiaan, dan cinta layaknya Hujan Bulan Juni. Serta terdapat kumpulan puisi yang diciptakan pak Sapardi yang kelak akan melahirkan karya baru yaitu “Hujan Bulan Juni : Kumpulan Sajak”.

Musikalisasi Puisi novel Hujan Bulan Juni oleh Ari dan Reda

Sumber : Youtube/HanLahadoe

Bagaimana rasanya ketika puisi yang menyentuh hati kalian kini dapat dinikmati dalam alunan musik? Tentunya kita akan tertarik dan ingin mendengarkannya!. Dikutip dari Kumparan pada tahun 2017, pada tahun 1980-an puisi Hujan Bulan Juni bertransformasi kedalam bentuk musik. M. Umar Muslim mengaransemen lagu tersebut dan memoles nya sedemikian rupa hingga Ari Malibu dan Reda Gaudiamo membawakannya dengan syahdu. Musikalisasi puisi tersebut berhasil menarik minat masyarakat dan terjual di pasaran dan membuat Hujan Bulan Juni begitu terkenal hingga sekarang. Bahkan Sapardi sendiri pada tahun 2017 dalam acara Makassar International Writer Festival bahwa puisi nya tersebut menjadi terkenal hingga saat ini karena musikalisasi puisi yang dibawakan Ari dan Reda. Memang rendah hati ya teman-teman pak Sapardi ini.

Film Hujan Bulan Juni

Sumber : Youtube/StarvisionPlus

Selanjutnya adalah film “Hujan Bulan Juni“ produksi Sinema Imaji dan StarvisionPlus. Film ini merupakan adaptasi dari novel hujan bulan juni karya pak Sapardi Djoko Damono yang rilis pada tahun 2017 lalu. Film yang berdurasi 96 menit ini dibintangi oleh actor terkenal yaitu Adipati Dolken sebagai Sarwono dan Velove Vexia sebagai Pinkan. Menurut situs review film IMDB, Hujan bulan juni mendapatkan skor 7,5/10 dan hal itu merupakan rating positif. Menurut penulis sendiri, kedua aktor mampu memainkan peran dengan baik dan memberikan warna tersendiri dalam setiap larik puisi yang dibacakan, ditambah chemistry antara Adipati Dolken dan Velove Vexia terlihat sangat erat hingga disetiap momen romantis akan membuat kita berdecak kagum. Penulis sih merekomendasikan banget film ini, karena akan memberi kita gambaran secara nyata dalam film tentang makna dan kisah dari hujan bulan juni sendiri.

Komik Hujan Bulan Juni

Sumber : Kompas/Wawan H Prabowo

Masjur Daman, seorang seniman komik membuat karya baru dari adaptasi puisi hujan bulan juni. Beliau membuat komik yang terdiri dari 12 gambar dan menginterpresetasi puisi hujan bulan juni dengan baik. Komik hujan bulan juni karya dasjur daman tidak hanya unik karena mampu membuat tidak kehilangan esensi puitiknya setelah terpapar dalam wujud visual.

Pak Sapardi memberi kita arti bahwa sastra dapat mempresentasikan pengalaman manusia yang dibentuk dalam sebuah karya yang mampu menyentuh benak pembacanya maupun yang belum mengenal sastra. Dan karya dari pak Sapardi Djoko Damono dapat membuat para pembaca nya merasakan hal yang baru untuk menghabiskan waktu dengan memasuki dunia yang Sapardi Djoko Damono bentuk.

Dari beberapa adaptasi dan karya dari penyair Sapardi Djoko Damono yang mampu menjadi rekomendasi bagi kawan-kawan untuk menghabiska waktu di bulan Juni. Kini, pak Sapardi Djoko Damono telah berpulang dan meninggalkan kita semua. Namun karya-karya yang ia buat akan terus abadi dan dikenang.

Selamat jalan pak Sapardi Djoko Damono.

Yang fana adalah waktu, karyamu abadi.

  • Penulis : Rafif Hamzah
  • Editor : Asty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *